Tiga KAta Ajaib

Tiga kata ajaib itu ialah :

1. MAAF

Jangan segan-segan untuk mengucapkan maaf. Mungkin sebagian orang merasa pantang untuk mengucapkan kata ini, karena banyak anggapan bahwa orang yang meminta maaf akan dianggap lemah, kalah, atau tidak berdaya..

Benarkah ?

Tidak !!  kata maaf dapat memunculkan sifat rendah hati, “Maaf” membuat kita bisa menerima keadaan diri kita.. sebagai seorang manusia biasa, yang nggak mungkin luput dari kesalahan.

“Maaf” dapat membantu kita dalam ‘proses mengampuni’ diri sendiri – yang pada akhirnya dapat membawa ke proses ‘mengampuni orang lain’. “Maaf” bukan berarti kalah, sebaliknya, maaf membuat kita belajar menghargai orang lain yang pada akhirnya akan membawa ‘kemenangan tak terduga’ pada diri kita – “Maaf” memberi pelajaran bahwa ‘kebenaran adalah hak bagi semua orang’.

Bahkan, kadangkala “maaf” dapat membuat musuh-musuh kita malu, malu akan dirinya sendiri, malu akan kesombongan dan keangkuhan yang selalu ia pegang selama ini (Apalagi kalau dia betul-betul tahu bahwa sebenarnya kesalahan ada pada dirinya sendiri).

Dan jangan takut untuk meminta maaf !!! dan jangan pernah khawatir “Maaf”-mu tidak  diterima.. Bukankah di dalam lubuk hati terdalam setiap manusia, akan selalu ada keinginan untuk memaafkan dan mengampuni orang lain ?

So.. Jangan ragu-ragu untuk mengucapkan kata “Maaf” – dan buka hati anda, serta hancurkan kesombongan itu !

2. TOLONG

Setiap orang tahu, kalau kita adalah makhluk sosial – makhluk yang tak mungkin mampu hidup sendiri tanpa orang lain. So.. kata “Tolong” adalah kata yang ’sangat wajar diucapkan’.

“Tolong” membuat kita menyadari keterbatasan-keterbatasan yang ada dalam diri kita.. “tolong” membuat kita ‘lebih mampu’ menerima diri kita sendiri – secara apa adanya. “Tolong” membuat kita lebih mampu untuk melihat secara jernih.. apa yang bisa dan apa yang tidak bisa kita lakukan – dan dalam proses lebih lanjut hal ini dapat membantu kita untuk menerima setiap kekurangan yang ada dalam diri kita.

Sebagian orang merasa ‘malu’ untuk berkata “tolong” ..kenapa ? karena secara tidak sadar kita memang ‘terdidik’ untuk menjadi ‘mandiri’..  MANDIRI ? .. TIDAK !! Mandiri bukan berarti kita tidak membutuhkan orang lain, mandiri bukan berarti menjadi egois dan tidak pernah melibatkan orang lain. Mandiri adalah sebuah proses penemuan jati diri – dan setahuku kata “Tolong” akan sangat dibutuhkan untuk menuju kemandirian.. dan jika tidak – anda akan tersesat kepada keegoisan semata.

Jangan ragu-ragu untuk meminta tolong kepada seseorang.. tahukah anda bahwa di dalam hati seseorang pasti selalu ada keinginan untuk menolong orang lain ? bahwa selalu muncul harapan agar bisa membantu dan berarti bagi orang lain ? Yup !! ini adalah insting alami yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia.

So.. hargailah orang lain dengan meminta ‘tolong’ kepada dia.. buatlah dia merasa berharga di hidupmu, biarkan dia merasa lega dan bahagia karena bisa menolong anda.. Jangan malu untuk meminta tolong kepada orang lain.. termasuk orang-orang yang anda benci – karena biasanya kebencian itu akan ‘runtuh’ saat kasih mengalir dalam sebuah pertolongan yang tulus.

3. TERIMA KASIH

Terima kasih ? yup.. kata-kata yang sering kita lupakan saat kita menerima bantuan dari orang lain. Memang, bagi sebagian orang – sangat sulit untuk mengucapkan ini. Kenapa? karena “terima kasih” membutuhkan ketulusan, “terima kasih” membutuhkan tatapan mata yang hangat, “terima kasih” membutuhkan sentuhan kasih…  sudahkah kita lupa akan hal-hal ini ?

Kita harus menyadari, bahwa sebenarnya bantuan yang diberikan orang lain kepada kita – apapun itu – tidak akan bisa tergantikan. Banyak orang berusaha ‘membalas budi’ kepada orang lain.. tetapi seringkali hal ini malah melahirkan kekecewaan bahkan permusuhan.

Kenapa ? karena tidak akan ada budi yang bisa terbalaskan.. mata tidak mungkin diganti dengan mata – gigi tidak  mungkin digantikan dengan gigi – dan hidup tidak akan mungkin digantikan dengan hidup !

Bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah bukan orang yang kita kenal ? bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah orang tua kita ? bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah seorang malaikat ? dan bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah Tuhan ? mampukah kita ‘membalas-Nya’ ?

Jawabannya simpel : MAMPU !!

Tuhan telah merakit dua kata ini untuk anda.. TERIMA KASIH !! dua kata ini sudah mewakili semuanya. Dua kata ini sudah mewakili balasan apapun yang pernah diberikan oleh orang-orang di sekitar anda. Kata ‘terima kasih’ yang anda ucapkan – mewujudkan bahwa pertolongan yang dia berikan adalah pertolongan yang tak terbalaskan – pertolongan yang sangat berarti bagi hidup anda.

sudah berapa lamakah anda mulai ‘lupa’ mengucapkan kata-kata ini kepada orang tua, teman, atau Tuhan ?

Saya jadi ingat – ketika saya diwisuda – yang berarti awal kedewasaan hidup saya – saya bersujud dan mengucapkan ‘terima kasih’ kepada Bapak saya, yang sebagai single parent telah menjaga dan membiayai sekolah saya dari kecil.. dan tahukah apa yang terjadi ? kami menangis bersama ! sebuah hal yang sangat langka di keluarga kami.. segala kebencian dan permusuhan itu.. semuanya hancur lebur di hari wisudaku.. berganti dengan pelukan dan ciuman kasih perdamaian.. aku mulai tahu bahwa “Terima Kasih” juga mempunyai kekuatan dahsyat yang luar biasa..

Terima kasih.. dapat membuat anda belajar menghargai orang lain, dapat membuat anda ‘berdamai’ – dengan sesama, dengan alam.. dan dengan Tuhan..

Tiga kata diatas adalah tiga kata yang luar biasa – mampu merubah apa yang tidak mungkin menjadi mungkin – tiga kata yang bisa merubah seluruh siklus hidup menjadi lebih baik.. semoga..

OK.. that’s all my tips for today.. see u..

sumber : KISAH

Karena wanita begitu berharga

Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam.

Malaikat datang dan bertanya,”Mengapa begitu lama, Tuhan?”

Tuhan menjawab: “Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?”

Dua Tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan… , dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini ”

Malaikat itu takjub.

“Hanya dengan dua tangan?….impossible!“

Dan itu model standard?!

“Sudahlah TUHAN, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya“.

“Oh.. Tidak, SAYA akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit SAYA”.

“O yah… Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari”.

Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita-ciptaan TUHAN itu.

“Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?” “Yah.. SAYA membuatnya lembut. Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.“

“Dia bisa berpikir?”, tanya malaikat.

Tuhan menjawab:

“Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi.”

Malaikat itu menyentuh dagunya….

“TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”

“Itu bukan lelah atau rapuh….itu air mata”, koreksi TUHAN

“Untuk apa?”, tanya malaikat

TUHAN melanjutkan:

“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspressikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan.”

“Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN” kata malaikat.

“ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanita- ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!”

Ya mestii…!

Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki.

Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.

Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.

Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.

Dia berkorban demi orang yang dicintainya.

Mampu berdiri melawan ketidakadilan.

Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik.

Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.

Cintanya tanpa syarat.

Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.

Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa .

Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.

Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian.

Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.

Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita:

Dia lupa BETAPA BERHARGANYA DIA…

Sumber: www.lintong.s5.com

Mencintai dengan sempurna

Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat,
itu adalah kesempatan

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, itu bukan pilihan, itu kesempatan

Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, itupun adalah kesempatan

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi,
itu adalah pilihan.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu dan tetap memilih untuk mencintainya, itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik,datang bagai kesempatan pada kita

Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan.
Pilihan yang kita lakukan.

Pasangan jiwa bisa benar-benar ada.
Dan bahkan sangat mungkin
Ada seseorang yang diciptakan
hanya untukmu.
Tetapi semua tetap berpulang padamu untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak…

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita,
tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita adalah pilihan yang harus kita lakukan.

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.

Peliharalah selalu karunia dan amanah Allah dengan taqwa.

Syukuri apapun yang dilimpahkan oleh Allah kepada kita

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS Ibrahim :7)

Cinta yang tertinggi adalah cinta kepada Allah SWT

Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
(QS At.Taubah : 24)

Sumber;…anonim

Asdos…

Sabtu siang minggu lalu menyisakan pengalaman berkesan bagiku.
Menggantikan dosen mengajar sudah hal biasa. Tapi kali ini beda dari biasanya karena kelas yang akan kumasuki, mahasiswanya adalah bapak-ibu guru yang rata-rata seumuran dengan orang tuaku.
Yup, siang itu aku ditugaskan menggantikan dosenku mengajar mata kuliah Aplikasi komputer di kelas ekstensi yaitu para lulusan D2 yang meneruskan S1.
Benar kata pepatah “ Mengajarkan ilmu di masa kecil bagai melukis di atas batu, mengajarkan ilmu di masa tua bagai melukis di atas air”
Ya, kira-kira begitulah pengalaman yang kurasakan.
Hampir seluruh mahasiswa kelas tersebut belum tahu sama sekali mengenai komputer sehingga aku harus menjelaskan dari nol. Dan memang perlu kesabaran mengajari hal baru terutama kepada orang yang sudah berumur.
Sesekali aku tersenyum melihat ekspresi bapak-bapak dan ibu-ibu dalam mengoperasikan komputer. Kadang juga hati geregetan, pingin mentransfer llmu yang ada di otak langsung seperti di film-film. Tapi, keadaan menuntunku untuk bersabar dan telaten melayani para mahasiswa satu per satu.
Alhamdulillah, satu kelas hanya 19 orang. Meski begitu, cukup membuatku keringatan karena harus berpindah-pindah menanggapi panggilan bantuan.
Tapi akhirnya ada kepuasaan tersendiri ketika orang yang kita ajari mulai mengerti dan mampu mengaplikasikannya.
Yup, sore itu meski mendung masih menggelayut di atap langit, tapi hatiku tersenyum puas…berharap sepercik ilmu yang kuberikan mampu menjadi amal jariyah dan terpahat dalam memori beliau yang menerimanya.. semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.. ^_^


percayalah padaku…

Alhamdulillah… Satu amanah telah terselesaikan..

Rekap nilai dan kehadiran mahasiswa aplikasi komputer sudah kulaporkan ke dosen.

Seolah ruang nafasku lumayan bertambah… Namun ruang kosong itupun nampaknya tak akan lama

Ada amanah besar yang membutuhkan ekspansi lebih luas dan senantiasa memintaku untuk tak menduakannya, meski sampai saat ini pun aku tak hanya mendua tapi bahkan me-poli-kannya…hehehe aku pun tahu, sebenarnya dia sudah tak sabar menunggu..tapi percayalah..

aku ‘kan tepati janjiku tahun ini !

karena aku juga telah merindu pelukan orang-orang tercinta yang tak henti mengharapku kembali

Rama… mamak…

Yakinlah…putrimu kan segera menyelesaikan amanah di kota pelajar ini

Tak perlu khawatir akan sedikit waktu yang menundaku kembali Karena tak hanya satu prestasi yang kan kupersembahkan pada kalian

Ada banyak anugrah yang Allah limpahkan dalam waktuku menyelesaikan amanah

Sebagai bekal untuk mewujudkan mimpi kita… memberi banyak manfaat pada masyarakat sekeliling kita sebagai sarana menjaga tegaknya agamaNYA

Rindu…

01543_falls_1440x900


Dulu, aku melihatmu sangat berbeda

Hingga akhirnya kudatang padamu

Dan ternyata memang benar

Kau mampu berikanku kesejukan..ketentraman,

dan kau juga ajarkanku keikhlasan

Indah..

Kujalani hidup bersamamu..

Kini, kau kembali terlihat berbeda

Perbedaan yang tak kumengerti

Perubahan yang tak kupahami

Yaah..

Mungkin ini juga salahku yang kadang kurang memperhatikanmu

Yang kadang kurang memprioritaskan dirimu

Tapi bukan maksudku begitu..

aku merindukanmu seperti dulu

dan aku pun yakin, bukan hanya aku yang merasakannya

tapi juga orang-orang terdekatmu

serta semua orang yang selama ini merasa nyaman dengan kehadiranmu…

** untuk sebuah komunitas yang kucintai dan kurindukan kehangatan ukhuwah serta ghirah dakwah seperti sebelum aku datang hingga akhirnya aku memutuskan untuk bergabung…

I MISS U, kawan-kawan….

Bimbang…

elang

Tatapanmu setajam elang

Mengoyak hatiku yang telah tersayat

Perhatian yg kau berikan justru membuatku makin perih


Bimbang..

Tak kuasa ku memutus benang biru persaudaraan

Namun…

Hatiku makin terluka kala pijar harapan menggoda

Ingin kuakhiri..

Tapi diri ini tak rela kehilangan bayanganmu

Apakah ini ujian

Ataukah pertanda tak mampu kusempurnakanmu denganku


KUINGIN CINTAMU SELALU DI SINI

allah-1

Kawan, pernahkan kalian merasa menjadi manusia yang        takmampu mengucap kata lain karena bibir ini terkunci oleh   satu kata….alhamdulillah….


Inilah yang kurasa setelah beberapa waktu yg kulalui masih dihiasi keluhan ataupun perasaan kurang…

Sudah beberapa tahun diriku bersahabat dengan teman yg..Subhanallah..begitu besar semangat dan perjuangannya “berebut nyawa dengan malaikat izrail”.  Sementara dokter dan keluarganya telah pasrah pada vonis yang Allah berikan. Dia, orang yg selalu ceria, energik sehingga menutupi keadaannya yang sebenarnya sangat rapuh. Kelainan syaraf dan hormon membuatnya lumpuh separo ketika penyakit itu menyerang hingga merah darah tak terlihat lagi melalui kulit putih dan jambon kukunya. Yg nampak hanya kuku2 yg membiru…

Namun kawan, tak pernah kulihat dia murung dan menyerah. Canda-candanya menyadarkanku bahwa sakit yg kuderita tak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang ada pada dirinya. Aku masih bisa bebas beraktivitas dan tak perlu repot memikirkan pantangan2 untuk makan,

Beberapa bulan lalu, sahabat lamaku berkunjung. Semalam itu, kami gantikan waktu kami yg telah lama memisahkan untuk bercerita. Kukenal dia sebagai pribadi yg tangguh karena sejak kecil banyak cobaan yg ia terima. Dan waktu itu aku tersentak ketika ia mengungkap segala yg telah terjadi sejak kami berpisah. Sejak dulu kutahu keluarganya tak utuh hingga dia dan adiknya harus berpisah. Dan beberapa waktu lalu, wanita yg melahirkannya kembali setelah sekian tahun menghilang tanpa kabar. Namun, kedatangannya juga diboncengi beberapa problem sehingga cukup menantang mentalnya sbg anak sulung. Bersamaan dengan itu, beberapa fitnah ditebarkan kepadanya oleh seseorang yang seharusnya mampu menggantikan posisi orang tuanya sebagai pelindung dan pengayom hanya karena ia berusaha menjaga kehormatan sebagai seorang muslimah. Ia sempat kehilangan kepercayaan dari orang-orang yg selama ini membantunya memenuhi kebutuhan hidup termasuk biaya sekolah, sehingga ia hampir kehilangan kesempatan untuk meneruskan studynya. Pada waktu itu, ia sedang duduk di bangku kelas 3 menjelang UAN di salah satu SMA favorit di kota tersebut. Tak kuat sahabatku memendam dan menghadapi masalah ini sendiri. Namun tak mudah mencari orang terpercaya yg mampu mengerti. Dan akhirnya, ia luapkan keluh kesahnya pada seorang pria. Tetapi, sebenarnya hatinya berontak karena secara tidak sengaja ia tengah menjalin kedekatan dengan seseorang yg bukan muhrimnya, walaupun ia sudah menganggapnya kakak. Hal inilah yg mendorongnya meminta pria tersebut menjadi suaminya…. selain ia juga membutuhkan tempat untuk bersandar,Dan akhirnya mereka menikah sirri beberapa minggu sebelum UAN.

Sahabat kecilku (2 th lebih muda dariku)….., semoga Allah selalu meridhaimu..karena hanya itu keinginanmu setiap kakimu menapaki medan terjal kehidupan….

Allah kembali mengingatkanku…betapa beruntungnya aku dibesarkan di tengah-tengah keluarga utuh yg penuh kasih sayang. Menikmati masa remajaku tanpa beban, tanpa pikiran2 milik orang dewasa…

Beberapa minggu setelah itu, aku berkunjung ke salah seorang kawan yg telah 5 th berpisah. Kabar terakhir yg kudapat, ia kuliah di universitas ternama di salah satu ibukota propinsi. Namun, ketika kubertemu dengannya ternyata sudah beberapa tahun ia tidak melanjutkan studynya. Dia memang diterima di universitas tersebut, tapi dengan berat hati ia harus melepas impiannya kerana kondisi finansial yg kurang mendukung. Dan kini, sembari mengajar di sebuah sekolah ia melanjutkan studynya di universitas lokal. Awalnya dia sempat kecewa, tidak percaya diri bahkan hampir putus asa. Ya, aku mengerti, secara dia termasuk siswa yang vokal dan aktif waktu di SMA. SMAnya pun adalah SMA unggulan. Wajar jika ia merasa minder ketika bertemu dengan teman SMA yg mampu kuliah di universitas bergengsi.

Namun, semangat dakwahnya membantunya bangkit, hingga akhirnya ia menjadi orang yg patut diperhitungkan keberadaannya di universitasnya.

Lagi-lagi aku merasa tersindir….

Diriku yg bisa dikatakan tak ada hambatan untuk menuntut ilmu, seringkali masih menyiakan kesempatan. Sebagai mahasiswa, fasilitas dari orang tua lebih dari cukup..biaya kul, kendaraan, laptop..belum lagi tambahan uang saku yg kudapat dari aktivitas sampinganku sebagai ass.dosen dan mentor adik-adik angkatan serta beberapa kegiatan bersama dosen.

Robbi… fabiayyi alaai robbikuma tukadzibaan…?

Aku merasa semakin kecil di hadapanMU… apa yg pantas kubanggakan dari segala yg kupunya dibandingkan sahabat-sahabatku…

Rupa..hanyalah fana

Kecerdasan…hanya sementara

Iman…tak yakin aku lebih kuat bahkan sejajar dengan mereka

Ya Ilahi..

Kadang aku iri

yang kurasa selama ini adalah serba kecukupan

seolah kadar imanku begitu rendah sehingga mungkin aku tak kuat kala Engkau memberikan kepadaku apa yg mereka terima

namun sungguh…tak berarti kuminta sebuah kekurangan

Aku hanya takut…Kau  kurangi kadar cintaMu padaku..

Karena tak mampu kuhidup tanpaMU..

Pelangi…

rainbow_1600

Pesonanya karena kombinasi beragam warna

Sang merah yg membara…, Si hijau lembut…, dan kuning yg penuh semangat

Keindahannya adalah perpaduannya

Begitu juga kehidupan..Semaraknya karena fluktuasi musimnya

Tak akan indah andai yg ada hanyalah bahagia

Tak pula bergairah jika yg datang selalu nelangsa

Namun hidup terasa bermakna

Ketika kita mampu merasakan suka duka

Dan kita berhasil melalui nelangsa dengan rasa bahagia

Hati akan semakin teguh

Jiwa pun semakin tangguh

Dan raga tak mudah rapuh

Kala kita mampu menyambut hadirnya pelangi

Usai deras hujan, guntur, kilat yg kita lalui….

Tak Rela berpisah


Sore itu langit mendung.bahkan rintik hujan mulai membasahi konblok di sekitarku..

Alam seraya mengerti, hatiku juga mendung meski tetes air tak sampai tumpah membasahi dermis ari

Suatu warta yang bagiku tak membahagiakan..

Dan kini , perpisahan yg membayang dalam hayalku

Sanggupkah ku melupakan manisnya dirimu..

Mampukah kutertawa lagi tanpamu di sisi..

Dirimu yang setia membuatku melupakan kepenatan

Dirimu yang  selalu menghadirkan kebersamaan

Dan kini .. dia memaksaku melepasmu..

Bahkan melupakanmu dan mengikis habis memori indah bersamamu..

Sore itu kuminta padanya untuk memberi waktu lagi bersamamu..

Meski dengan lembut dia kembali menepis keinginanku..

“Ini juga demi kebaikanmu”, katanya..

Yah, tak mampu lagi kata terucap.

Namun, gaung suaraku masih tersisa…

“Bu Dokter.. please… aku masih ingin makan coklat.. karena itu makanan favoritku..!!!”

Tapi  hidup adalah pilihan.., aku harus berpisah denganmu..jika aku tak mau berpisah dengan paruku yang berarti juga nyawaku..meski ku tahu..ku tak rela …